Minggu, 28 Oktober 2018

BINTANG YANG LAHIR DARI TEAM TERBAIK

Stapac Jakarta tampil jadi juara IBL Gojek Tournament 2018. Stapac tundukkan Pelita Jaya 62-56 pada pertandingan final di Sritex Ajang Solo, Minggu (21/10).Stapac memulai pertandingan dengan bersinar unggul 13-4 dipertengahan awal kuarter pertama, PJ bangun serta mengecilkan tertinggal. Kuarter pertama Stapac unggul satu angka 20-19. Kuarter ke dua Stapac masih tetap unggul serta dikit menjauh, tutup fase pertama dengan kelebihan 34-26.Di kuarter ke-3 PJ bangkit kembali.

akhir dari pertarungan yang mencapai puncak paling atas 
serta lahirnya sang bintang.
Free throw Ponsianus Nyoman Indrawan bikin PJ kembali unggul 44-43, tetapi Agassi Goantara kembali bikin Stapac pimpin 46-44. 

Masuk kuarter empat, Stapac memang dalam soal saat big man mereka Isman Thoyib mesti fouled out saat pertandingan masihlah tersisa 7 menit 37 detik pada tempat 49-46 buat PJ. 




SANG PENYELAMAT


Tembakan tiga angka Agassi bikin tempat imbang 51-51. Disusul tembakan tiga angka Mei Joni serta Abraham Damar Grahita bikin Stapac menjauh 60-51. PJ masihlah mengusahakan menguber 56-60. Widianta Teja cetak angka paling akhir 62-56. 

"Saya senang saat kompetisi ini memperoleh lawan lawan gemilang serta bermain di muka pirsawan yang gemilang," kata pelatih Stapac asal Lithuania, Giedrius Zibenas. 

"Kami sukses menjalankan pose, low pose serta rebound. Rebound yaitu kunci," kata Zibenas. 




SELALU MEMBERI SEMANGAT

Ia beri pujian pada pemainnya yang tdk was-was meskipun lawan sukses menguber. Biarpun sukses juara, Zibenas menyebutkan Stapac masihlah harus kerja keras menantang musim reguler bulan depannya. 

"Sesi ini hari ibarat friendly game. Maksud pokok yaitu laga. Kompetisi ini cukuplah utama buat evaluasi gak cuma di lapangan tapi pun di luar lapangan," ujarnya. 

Pelatih PJ, Johannis Winar mengaku Stapac tampil tambah bagus. "Selamat buat Stapac. Kami kehilangan kesempatan baik serta konsentrasi dalam defense pada menit menit akhir," kata Ahang, sapaan Winar. "Pelajaran memiliki nilai untuk kami semua," ujarnya.

THE WINNER STAPAC JAKARTA IBL GOJEK CHAMPIONSHIP
Mei Joni yang membuat 8 angka, 5 rebound serta 4 assist mencatat efisiensi 16 serta dipilih jadi MVP Final. 

"Gak menduga kemungkinan MVP. Saya cuma bermain buat team sesuai dengan job desk dari pelatih," kata Joni. Ini merupakan piala juara pertama buat Joni semenjak berkarier jadi pemain bola basket profesional.









KEPERCAYAAN DIRI MELAWAN JEPANG

SANG GARUDA U-19 MENGEPAKAN SAYAPNYA MENUJU ATAS




Selebrasi goal kemenangan Tim nasional Indonesia atas UEA pada pertandingan AFC U-19 Championship di SUGBK,Jakarta, Selasa (24/10). Skor 1-0 buat Indonesia.

Jakarta - Tim nasional Indonesia U-19 tinggal beberapa langkah kembali buat wujudkan ambisi berhasil ke Piala Dunia U-20 di Polandia, tahun depannya. Syaratnya, Witan Sulaiman dkk. mesti mengenyahkan Jepang di set perempat final Piala AFC U-19 2018 di Stadion Pokok Gedung olahraga Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (28/10/2018).

Jepang tampil superior di tahap penyisihan dengan menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan, semasing atas kedua kalinya Korea Utara serta Irak. Walaupun demikian, eks penjaga belakang Tim nasional Indonesia, Kas Hartadi, menyebutkan squad bimbingan Masanaga Kageyama itu dapat ditaklukkan.


PERSIAPAN STRATEGI SANG GARUDA
"Perihal penentu buat menangi laga kelak merupakan organisasi permainan Tim nasional Indonesia U-19. Semua pemain mesti disiplin serta tidak membuat kekeliruan sekecil apapun menantang Jepang," papar Kas Hartadi, Jumat (26/10/2018). 

Pelatih yg bertindak membawa Tim nasional Indonesia mendapatkan medali emas SEA Games 1991 menyebutkan Tim nasional Indonesia U-19 miliki modal besar dari bagian kecepatan serta kelincahan pemain. Keunggulan itu dianggap dapat berubah menjadi sejata mematikan yg dipunyai squad arahan Indra Sjafri.



"Pemain kita miliki kecepatan yg dapat dioptimalkan serta kelincahan dalam gerakan. Visi bermain Jepang memang bagus, tapi jadi tuan-rumah, semestinya pemain terpacu buat menang," tegasnya. 


Menurut pelatih berumur 47 tahun itu, permainan Tim nasional Indonedia U-19 tiap-tiap laga kian berkembang. 

Sesudah kalah 5-6 dari Qatar di matchday ke dua penyisihan Group A (21/10/2018), Team Garuda Nusantara cepat menunujukkan perbaikan kala menundukkan Uni Emirat Arab (UEA) sekalian menutup ticket maju ke perempat final. 

"Mereka cepat belajar dari kekeliruan yg membuat kalah dari Qatar. Dari situlah Tim nasional Indonesia U-19 saya pikir bermain lebih baik, disiplin, serta muncul motivasi buat dapat tampil semakin bagus kembali dengan menundukkan UEA," tambah pelatih Kal-teng Putera itu.